Minggu, 24 November 2013

Kado Yang Ayah Siapkan

Salju turun menutupi permukaan bumi. Hari itu adalah hari perayaan Anak Perempuan di Jepang.
Mikio Okada (Sang Ayah) mengendarai mobilnya menuju sekolah anaknya.
Ia sudah memesan kue dan mendekorasi rumahnya dengan sangat indah untuk merayakan hari itu bersama sang putri tercinta. “kado apa yang akan Ayah berikan untukku?” Tanya Natsune dengan rasa penasaran. Ia sudah ga sabar lg ingin mengetahui kadonya tersebut. Badai salju semakin besar dan menutup permukaan jalan hingga mobil mereka terjebak ditengah jalan. Rumah mereka masih cukup jauh.Mikio memandang Natsune, putrinya yang baru berusia Sembilan tahun.“Sayang, mobil kita tidak bisa melewati salju ini. Ayah akan menggendongmu dan kita pulang berjalan kaki kerumah” kata Mikio. “Ayah, aku takut. Udaranya dingin sekali” jawab Natsune dengan posisi kaku sebab penghangat dimobil itu seolah-olah tidak berfungsi.
 Terpaan angin dingin semakin kencang hingga mencapai 109 Km per jam membuat udara berada di angka minus enam derajat celcius.“Percayalah pada Ayah, kita akan selamat karena Ayah akan menjaga dan melindungimu, Nak” Kata Mikio untuk meyakinkan Natsune. Mikio berjalan melawan badai itu sambil menggendong Natsune. Udara dingin semakin mencekam dan Natsune sudah menggigil kedinginan.Mikio segera membuka jaketnya dan menutupi badan anaknya itu. Perlahan-lahan mereka berjalan melewati bangunan kota itu.Namun, baru 300 meter dari mobilnya, kaki Mikio sudah tidak bisa bergerak, terpaan angin membuat badannya jadi kaku.Ia segera menyandarkan badan Natsune ketembok dan melindunginya dengan tubuhnya sendiri.Mikio mencoba untuk tetap membuka matanya dan tersenyum pada putrinya, untuk memastikan putrinya aman.Tetapi, lama-kelamaan dia tidak sanggup membuka matanya lagi, dan akhrirnya meninggal.Esok harinya saat Mikio ditemukan oleh tim penyelamat, tubuhnya sudah tidak bernyawa.Kue, kado dan pesta yang disiapkan oleh sang Ayah tidak berarti lagi. Natsune menangis memeluk jenazah Mikio.“inikah kado yang Ayah siapkan dengan mengorbankan nyawa untukku?” jerit Natsune saat menyadari bahwa Ayahnya telah tiada.Kado yang disiapkan oleh sang Ayah bukan lagi berupa boneka panda kesukaannya.Namun, perngorbanan nyawa untuk menyelamatkan anaknya dari bencana yang mengancam nyawa mereka.Itu adalah kado terbesar dari sang Ayah bagi Natsune. Kado yang terindah dan termahal.Jika demikian besar kasih Mikio pada putrinya, maka kasih Tuhan lebih besar lagi.Kasih Tuhan yang telah berkorban bagi kita untuk menunjukkan betapa Ia sangat mengasihi kita, anak-anakNYA :').
Kini, Tuhan hanya ingin kita selalu mengucap syukur untuk segala kebaikan-Nya dengan mengasihi Tuhan.Ia tidak menginginkan perngorbanan nyawa tetapi hati kita yang selalu merindukan kehadiranNYA. Itulah yang diharapkan Tuhan.

-TAMAT- 


Sabtu, 23 November 2013

TIADA YANG MUSTAHIL BAGI ORANG PERCAYA

Ada seorang gadis yang sangat cantik, umurnya 17tahun.
Dia tinggal dikota New York, Amerika Serikat.
Namun sayangny, Gadis itu sekarat karena dia mengidap penyakit TBC. 
Separuh paru-parunya sudah rusak. Separuh yang lain telah diangkat.
Ia membutuhkan tabung oksigen.
Ia menghadiri sebuah gereja denominasi tertentu.
Jemaat di gereja itu mengasihi Tuhan dan telah diselamatkan.
Walaupun mereka demikian, mereka ga percaya akan terjadinya kesembuhan ilahi. 
Tentu aja, kesembuhan ilahi ga menjadikan kita orang-orang Kristen.
Darah Yesuslah yang menjadikan kita kudus dan berkenan dihadapan Allah,
karena pengorbanan Kristus dikayu salib.
Gadis muda ini sekarat. Dokternya adalah orang Kristen berkata,
"Anda akan mati dan kami tidak bisa berbuat apa-apa."
"Saya akan mengirim anda pulang supaya anda bisa memanfaatkan waktu yang tersisa bersama keluarga", kata dokter.
Gadis itu menghirup oksigen murni.
Ia terbaring di tenda khusus oksigen menantikan maut berat badannya telah turun hingga hampir separuhnya.
Dokter mengirim gadis itu pulang untuk menantikan ajalnya.
Ia terbaring dengan posisi kepala menengadah supaya ia dapat membaca Alkitab.
Gadis itu terbaring dengan posisi demikian & membaca surat Pertus 1 Petrus 2:24.
Ketika membacanya, iameletakkan Alkitabnya & mulai memuji Tuhan.
Dengan menangis ia berkata: "Tuhan, aku senang sekali akan berjumpa denganMu,aku tau bahwa aku akan mati.Para dokter ga bisa brbuat apa-apa lagi.
Tetapi aku bersyukur karena Engkau telah menyelamatkan aku. Terima kasih karena Engkau telah membasuh dosaku dengan DarahMu, Tuhan."
Ia menyembah dan bersyukur pada Tuhan atas keselamatan dariNya dan kembali membaca ayat yang sama yang baru dibacanya dari Alkitabnya.
"Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib supaya kita,
yang telah mati terhadap dosa, hidup oleh kebenaran.
 Tetapi kali ini ia tidak berhenti sampai disana. Ia melanjutkan membaca di ayat yang sama,
"oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh”
 Kata-kata itu menjadi terang seperti lampu neon. Ia berkata,”Oh, lihat apa yang aku dapatkan”.
 Tidak ada pengkotbah yang mengkotbahi dia.
Tak ada siapapun bersama dia kecuali Firman Allah.
Ia kemudian berkata,
”Tuhan Yesus, aku baru saja selesai memujimu untuk bagian pertama dan aku akan memujiMu untuk bagian yang kedua.
 Engkau telah menyembuhkan aku.
Oh Yesus, maafkan aku tidak akan bertemu denganMu sekarang
 Aku berencana untuk tinggal lebih lama lagi di dunia ini, karena Engkau sendiri telah menyembuhkanku.
 ”Aku tidak akan datang seperti yang telah kurencanakan,” katanya
 “Aku berubah pikiran, karena aku baru saja menemukan beberapa kebenaran dan kebenaran itulah yang akan memerdekakan kita”
 Ia pun mulai memuji Tuhan untuk “KESEHATAN YANG SEMPURNA”.
 Kemudian ia melepaskan tabung oksigennya dan berteriak pada ibunya “Mama cepatlah kemari!”
 Ibunya mengira itulah hari terakhir ia melihat putri satu-satunya. Segera ia memanjat tangga dengan tersandung-sandung “Ada apa sayang?”
 “Oh mama lihat apa yang telah aku temukan. Bacalah ini.....”
 Ibunya bergumam membaca Firman itu, kemudian berkata ”Aku membacanya, sekarang berbaringlah dan pakai lagi masker oksigennya”
Putrinya berkata, ”Mama tidak membaca dengan benar. Mama, tertulis disitu bahwa aku telah disembuhkan.
 Dua ribu tahun yg lalu Tuhan Yesus telah menyembuhkan aku”. Ibu itu memandangi putrinya dan menangis dia merenungkan apa yg dikatakan dokter
 “Biasanya dimana pada hari engkau akan mati, engkau akan kehilangan akal sehatmu, berhalusinasi dan sebagainya”. Kata dokter
 Kemudian gadis itu berkata,” Mama, aku tidak akan mati, jadi tolong buatkan aku sarapan, aku ingin sekali makan roti bakar dan minum kopi”.
 Ibunya berkata,
”Aku tahu engkau mulai kehilangan akal sehatmu, sayang…. engkau sudah tidak makan apa-apa sejak 10 bulan yang lalu”
 Tp gadis ini berkata,
”Selama 10 bulan aku ga dengar kebenaran dahsyat ini. Skrg mama tolong turunlah ke bawah & buatkan aku sarapan aku lapar”
 Melihat tingkah anaknya, sang ibu pun menjadi sangat sedih dan menitihkan air mata.
Karena ia tau bahwa anaknya akan segera meninggalkannya.
 Ibu gadis itu memasukkan dia kembali kedalam tenda oksigen dan kemudian menyelinap keluar dengan perasaan hancur.
 Begitu ibunya keluar, gadis ini mulai membuka resliting tenda oksigennya, membuka lemari pakaiannya dan mulai berganti baju.
 Kemudian dia berjalan menuruni tangga dan berjalan ke dapur “Mama, apakah sarapanku sudah siap?” Kata gadis itu. "Sudah anakku." kata mama.
 Ia duduk untuk makan pagi dan berkata ”Tuhan berkati makanan ini untuk tubuhku yang baru ini.
 Aku tahu aku tidak akan mati, tetapi aku akan tetap hidup”. Sambung gadis itu.
 Sehabis berdoa gadis itu tersenyum ke arah ibunya, dan ibunya pun membalasnya dengan senyuman.
 Meskipun ibu ini tersenyum namun hatinya menangis karena ia takut senyuman dari anaknya tadi adalah senyuman terakhirnya.
 Keesokan harinya sang ibu membawa gadis itu ke rumah sakit karena dia takut makanan yg di makan anaknya kemarin berdampak buruk bagi anaknya
 Sang dokter pun memeriksa gadis itu dengan melalui proses pemeriksaan sinar X atau rontgen. Hasil pemeriksaan sinar X pun telah keluar.
 Sang dokter pun sangat terkejut dgn hasil dari pemeriksaan sinar X. Hasilnya menunjukkan bahwa gadis itu memiliki sepasang paru-paru baru.
 Bahkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas TBC sama sekali!!! Gadis muda ini telah menjadi sembuh Total!!!
 Ketika mendengar itu ibu dari gadis itu tidak percaya, berbeda dengan si gadis yang berkata "Ya saya memang sudah sembuh berkat TUHAN YESUS"
 Si ibu menyuruh dokter untuk memeriksanya kembali karena takut si dokter salah dalam memeriksa. Tp hasilnya pun sama. Anak itu telah SEMBUH!
 Mendapati ini sang ibu pun menangis, dia memeluk anaknya lalu berdoa.
 "Tuhan maafkan aku karena telah meragukanMu, terima kasih Tuhan, Engkau telah menyembuhkan anakku" kata si ibu.
 Kejadian ini sangat menggemparkan rumah sakit tersebut. Lalu semua dokter yg ada dirumah sakit itu mengucapkan selamat kepada gadis itu. -TAMAT-