Minggu, 15 Maret 2015

Trimakasih Bapa

Trimakasih Bapa
karena Kau sudah menjagaku
dari Rahim ibu ku
hingga sampai sekarang
ku tumbuh dewasa..
Maafkan aku ya Bapa
yang selalu menyakitiMu
yang selalu melupakanMu
yang selalu mengandalkan
kekuatan diri sendiri
tanpa melibatkanMu
dalam setiap perjalanan hidupku,
sehingga aku terjatuh
ke lubang yang paling dalam..
Trimakasih untuk semuanya Bapa,
karena Kau membolehkan semua ini terjadi..
Ini adalah Pelajaran yang sangat berharga..
Dan sekarang aku sadar
bahwa aku tak bisa berjalan
tanpaMu..
Aku takut menjauh dariMu lagi,
karena tanpa Kau disisiku
aku akan jatuh!!

 *RiaGracia*

Minggu, 22 Februari 2015

Better to Be The Best

Tanah yang baik > Tanah yang baik di Palestina adalah tanah yang gembur. tanah yang sudah disiapkan ( dibersihkan dari batu-batu dan semak duri ) untuk ditabur benih sehingga menjadi tanah yang dalam.
Tanah hati yang baik menggambarkan :
~ Sadar, statusnya sebagai murid (Yesaya 50:4) sehingga menyiapkan hati untuk mendengar (sungguh-sungguh > Lukas 8:18 dasar untuk mengerti sehingga bisa berbuah ) suara Guru kita.
~Siap, artinya tidak ada yang menghalangi (mood, konsentrasi)
~ Tunduk, artinya mendengar dan menerima Firman bukan sekedar dengan otak tetapi dengan roh. Firman Tuhan mendapat kebebasan bercerita dalam hidup kita (Mazmur 119:11)

Menghasilkan buah 30 dan 60 kali lipat itu sudah bagus dan baik di pemandangan Tuhan. Tetapi masih ada level "the best" yang dihasilkan Tuhan untuk kita capai, yaitu berbuah 100 kali lipat (sempurna). Jika yang berbuah 30 dan 60 itu sudah bagus, mengapa kita harus mencapai yang 100?
~Firman Tuhan yang meminta kita untuk menjadi sempurna seperti Bapa kita yang sempurna (Matius 5:48). Matius 5> Tuhan datang dengan hukum. satu hukum yang lebih tinggi dari hukum Taurat. Tuhan melihat / menilai yang lebih dalam., mau menentukan yang sempurna dan dimulai dari dalam hati kita, bukan sekedar perbuatan baik / penampilan luar.
~ Untuk melawan "average spirit" Banyak orang Kristen sekarang sudah merasa cukup banyak berbuat sesuatu untuk Tuhan dan berhenti di titik 30 dan 60. Untuk orang yang punya average spirit Tuhan tanya :" apakah upahmu (reward) apakah lebihmu (extraordinaly)?

Kunci untuk berubah : Mendengar dan mengerti
Mendengar (fokus) dan mengerti (dengan sungguh-sungguh). Bagi mereka yang memenuhi 3 point diatas merekalah yang punya yang punya kesempatan besar untuk mengerti Firman dan menghasilkan buah 30, 60 dan 100 kali lipat.
Bagian kita adalah :
~ Menyiapkan tanah hati yang baik, Roh Kudus yang akan memberi pengertian (Kolose 1:9 , 2Timotius 2:7)
~ Berusaha melakukan Firman dalam ketekunan (Lukas 8:15)

Untuk menjadi the best adalah proses seumur hidup sampai kita bertemu dengan Tuan kita (Matius 25:14-30). Tidak seorangpun bisa tahu dengan pasti sekarang sudah menghasilkan berapa banyak buah dari benih yang ditaburkan, nanti waktu kita berjumpa dengan Tuan kita barulah pekerjaan kita diuji dan dihitung. Bagian pentingnya adalah karena kita tidak tahu maka kita harus berusaha dengan maksimal untuk menghasilkan buah sampai sempurna, tetapi sedikitnya alat bantu yang Tuhan sediakan untuk menilai sudah sampai di level mana kita berada, antara lain:
1. Hati yang semakin murni, tidak menyimpang ke kanan kiri dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan sesama (Kisah 24:16)
2. Jalan hidup makin terang (Amsal 4:18)
3. Kekudusan (1Petrus 1:16 , 2Korintus 7:1)
4. Perkataan (1 Petrus 3:10)
5. Damai (Kolose 3:15)
6. Kasih (1Yohanes 4)

Usaha yang bisa kita lakukan untuk be the best
a. SST (Sadar Siap Tunduk) untuk mendengar, membaca / merenungkan Firman
b. Tekun, artinya kita mau berusaha terus menerus, bangkit kembali jika gagal dan menyelesaikan tugas kita sampai selesai.
Contoh: Kejadian 26:12 > Ishak menabur, Tuhan berkenan, ia mendapat hasil 100 kali lipat.
c. Pakai tiap kesempatan untuk mengembangkan kapasitas rohani. Jangan ragu untuk membayar harga demi sebuah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk kita. Penyerahan anda adalah kesempatan bagi Tuhan untuk pelipatgandaan (Yohanes 6)
d. Lakukan semua dengan Kasih (Kolose 3:14)

Karena Bapa begitu mengasihi kita sehingga Bapa memberika yang sempurna bagi kita, karena itu mari kita juga berbuat sesuatu yang lebih dari biasanya. Mintalah kasih Tuhan memulihkan hidup kita dan dengan kasih itu ada dorongan di hati kita untuk menjadi yang terbaik.

by: Ce Lina Meliawati

Jumat, 13 Februari 2015

Happy Valentine's Day

14 februari . . . .
Tanggal 14 Februari dirayakan sebagai hari raya Valentine di Amerika Serikat. Anak-anak membuat poster bergambar hati untuk ayah dan ibu. Para tetangga saling mengantar kue dan cokelat berbentuk hati. Disekolah dan di tempat kerja orang saling membagi gula-gula atau cokelat berbentuk hati. Kantor pos sibuk dengan banyaknya kartu bergambar hati, karena tiap orang mengirim kartu Valentine kepada pacarnya. Orang saling mengucapkan, "Happy Valentine's Day! You are my Valentine!"
Yang mencolok pada perayaan ini adalah gambar hati dan kudapan manis, entah kue, gula-gula atau cokelat yang biasanya berbentuk hati. Hati dan kudapan manis menjadi lambang hari Valentine sebagai hari kasih sayang. Dan memang hari itu orang-orang tampak tersenyum lebih manis dan lebih ramah.
Apa asal-usul hari Valentine? Menurut tradisi yang dapat dipercaya Valentine lahir pada tanggal 14 Februari 270. Ia menjadi uskup di Terni (Itali) yang menyayangi dan disayangi banyak orang. Khotbah-khotbahnya sering berpokok tentang kasih sayang Tuhan Yesus kepada semua orang tanpa membedakan kedudukan atau asal-usulnya. Semua orang ingin mendapat kasih sayang dan semua orang bisa memberi kasih sayang. Ketika Kaisar Claudius menghambat umat Kristen, Pastor Valentine ditangkap. Namun dari dalam penjara  di mana ia dianiaya, Valentine mengingat semua orang yang dicintainya. Dalam sel penjara tiap hari ia membuat kartu bergambar hati dengan ucapan "aku cinta padamu". Kartu-kartu itu dikirim satu per satu kepada tiap orang yang dicintainya.
Semua orang yang ada di penjara itu juga ikut mersakan kasih sayang Valentine. Mereka menempelkan kartu bertanda hati di sel mereka masing-masing. Setelah Valentine dihukum mati, orang-orang dipenjara itu melanjutkan kebiasaan membuat dan mengirim kartu bergambar hati. Kemudian hari gereja menyatakan Valentine sebagai seorang santo. Begitulah sekarang tanggal 14 Februari dirayakan sebagai hari Santo Valentine.
Valentine menyelami lubuk hati tiap orang. Tanpa kecuali tiap orang mempunyai kebutuhan untuk dicintai dan sebenarnya tiap orang pun mempunyai kebutuhan untuk mencintai. Kehadiran orang-orang yang dapat kita cintai dan dapat mencintai kita terasa menjadikan hidup ini lebih indah dan bermakna.
Memang itulah indahnya hidup. Kita bisa menunjukan kasih sayang pada orang lain. Serempak kita pun menimbulkan kasih sayang pada orang lain sehingga orang lain pun bisa menyayangi kita. Itulah yang dicatat Alkitab tentang Ester. Di situ tertulis, "Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia" (Est 2:15-6). Artinya, semua orang yang bergaul dengan Ester mencintai dia. Mengapa Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada mereka? Karena Ester menunjukan kasih sayangnya kepada mereka.
Sebagaimana ayunan langkah kedua kaki bisa terjadi karena salah satu kaki memulainya, demikaian juga dengan kasih sayang dan cinta. Kita tidak bisa mengharapkan orang mencintai kita kalau kita sendiri tidak menunjukan cinta kepanya. Sebaliknya, kalau cemberut, orang pun akan cemberut kepada kita. Cuaca hidup dari hari ke hari ditentukan oleh kita sendiri. Kalau kita bermuka masam, dunia pun akan bermuka masam kepada kita. Kalau kamu tersenyum, dunia pun akan balik tersenyum manis kepada kita.
Kasih sayang memang berputar secara timbal balik. Ketika kita menunjukan kasih sayang kepada orang lain, kita menjadi pemberi dan orang lain menjadi penerima. Sebagai dampaknya, pada orang lain timbul kasih sayang terhadap kita. Pada saat itu, orang lain menjadi pemberi, kita menjadi penerima. Jadi kalau kita menunjukan kasih sayang, maka kita melakukan dua hal sekaligus: menolong orang lain dengan memberi cinta dan menolong orang itu dengan menciptakan kesempatan pada orang itu untuk mencintai. Dalam hal kasih sayang, tiap orang adalah pemberi dan penerima. Hidup adalah putaran memberi dan menerima kasih sayang. Tetapi putaran itu hanya akan terjadi jika ada pihak yang memulainya. Kitalah yang dapat memulainya dengan menimbulkan kasih sayang pada orang-orang yang memang membutuhkan kasih sayang.
Kebutuhan untuk dicintai dan mencintai terpenuhi bukan dengan cara mencari-cari cinta atau merengek-rengek minta dicintai, melainkan dengan memberi cinta kepada orang yang membutuhkan cinta kita.
Pada hari ketika Valentine akan dihukum mati, ia masih memberi cinta. Dalam kesakitan akibat penganiayaan, ia masih mendoakan orang-orang yang memerlukan doanya. Lalu ia masih membuat kartu untuk mereka dengan gambar hati dan tulisan "Aku cinta padamu."
Ada banyak yang membutuhkan "gambar hati" dari kita. Tidak perlu menunggu tanggal 14 Februari, sebab tiap hari pun bisa menjadi manis seperti hari Valentine.

By: Andar Ismail
. . .

Rabu, 10 Desember 2014

Kehidupan Yang Berbuah

Kehidupan yang berbuah adalah:

1. Kehidupan yang penuh doa dan ucapan syukur ( banyak doa berarti banyak jawaban dan kemenangan)
2. Kehidupan yang memiliki tujuan dan rencana ( setiap pohon perlu dirawat dan dipupuk secara teratur, demikian juga kehidupan kita )
3. Kehidupan yang berkelimpahan ( berkelimpahan damai, sukacita , kasih dll )
4. Kehidupan yang bertanggung jawab dan berhasil ( mencapai apa yang Tuhan rencanakan dalam kehidupan kita )
5. Kehidupan yang saling bergantung ( sebagaimana buah membutuhkan ranting, cabang, pohon dan akar, demikian juga kita membutuhkan satu sama lain untuk saling menguatkan dan mendukung )

#GRACIAPRAISE#

Rabu, 01 Oktober 2014

Mengelola Uang dan Mengelola Hati

Siapa tidak butuh uang? Uang adalah alat tukar yang digunakan dalam transaksi untuk mendapatkan barang di dunia ini. Semua orang membutuhkannya, termasuk kita, para pengikut Kristus. Kerap, uang menjadi ukuran status sosial seseorang. Makin besar jumlah uang yang dimiliki, makin seseorang dipandang kaya dan terhormat, demikian pula sebaliknya. Tak heran, banyak orang terjerumus dalam jerat “cinta uang”. Uang menjadi segala-galanya dalam hidup. Uang mengendalikan sikap dan perilaku orang. Uang menjadi penentu apakah seseorang merasa bahagia dan berarti dalam hidup, atau tidak. Padahal, bukankah uang adalah alat tukar semata? Aku pernah mendengar nasihat, “Peralatlah uang, jangan diperalat oleh uang”. Kupikir ini nasihat yang sangat baik. Kita diciptakan Tuhan untuk menjadi pengelola yang baik dari segala sesuatu dalam dunia ciptaan-Nya (Kejadian 1:28). Itu artinya kita pun dipercaya untuk mengelola uang yang sangat penting peranannya dalam hidup di dunia modern ini.
Aku sendiri masih terus belajar untuk mengelola uang dengan baik. Dari apa yang Tuhan izinkan aku punya setiap bulan, aku berusaha mendisiplin diri untuk memberi perpuluhan (10% dari uang yang aku dapatkan), memberi bantuan atau diakonia kepada sesama yang membutuhkan (juga 10%), dan menabung (10%). Aku ingin menaati apa yang dikatakan Firman Tuhan dalam hal:
1. Memberi perpuluhan
“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan …” (Maleakhi 3:10)
2. Memberi diakonia
“Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberi tumpangan” (Roma 12:13)
“Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.” (2Kor.8:14)
3. Rajin menabung untuk mencukupi kebutuhan hidup
Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu (Ams.10:5)
Praktiknya memang tidak mudah. Kadang ada saja rasa “kurang”, dan ingin memberi lebih sedikit. Padahal sebenarnya, kalau dihitung-hitung, aku masih punya 70% bagian yang bisa kupakai. Mengapa masih merasa tak cukup? Tenyataaaa…. cara kita mengelola uang bisa menolong kita makin mengenali kecenderungan hati kita, apa yang menurut kita paling penting dalam hidup ini. Sikap kita terhadap uang mencerminkan sikap kita terhadap Tuhan. Ada saatnya kita mungkin berusaha dengan sangat ketat menjaga uang kita, berhemat luar biasa, bahkan tak sudi berbagi dengan sesama yang membutuhkan, karena selalu khawatir akan berkekurangan. Kita mengeluh bahwa orang lain selalu mendapat lebih banyak dan kita selalu mendapat lebih sedikit. Tanpa sadar kita membatasi Tuhan, seolah Dia tak sanggup memberkati kita. Kita lupa bahwa sesungguhnya Dialah Sumber segala sesuatu. Sebaliknya, ada pula saat-saat ketika kita menggunakan uang kita tanpa pikir panjang untuk hal-hal yang tidak penting, lalu mengeluh saat kekurangan uang, memohon Tuhan untuk segera bertindak menolong kita. Tanpa sadar kita memperlakukan Tuhan seperti “mesin atm”, tapi kita lupa bahwa Tuhan-lah Pemilik harta kita sesungguhnya, dan kita harus mempertanggungjawabkan penggunaan uang kita kepada-Nya.
Pastinya peringatan yang diberikan Firman Tuhan bener banget: “akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1Tim.6:10). Untuk belajar mengelola uang, kita pertama-tama perlu belajar mengelola hati. Kita perlu memeriksa bagaimana sikap hati kita sesungguhnya terhadap Tuhan. Kita perlu terus menjaga agar cinta kita kepada Tuhan tidak dikalahkan oleh cinta kita kepada uang. Kita perlu terus dekat dengan Tuhan, giat belajar Firman-Nya, agar kita memiliki kepekaan dan hikmat dalam mengelola uang kita. Ingatlah bahwa uang tidak dapat membeli hidup kekal bagi kita. Tetapi, kita dapat menggunakan uang kita untuk hal-hal yang bernilai bagi kekekalan.

Cerita Rohani :D by WST





























Minggu, 24 November 2013

Kado Yang Ayah Siapkan

Salju turun menutupi permukaan bumi. Hari itu adalah hari perayaan Anak Perempuan di Jepang.
Mikio Okada (Sang Ayah) mengendarai mobilnya menuju sekolah anaknya.
Ia sudah memesan kue dan mendekorasi rumahnya dengan sangat indah untuk merayakan hari itu bersama sang putri tercinta. “kado apa yang akan Ayah berikan untukku?” Tanya Natsune dengan rasa penasaran. Ia sudah ga sabar lg ingin mengetahui kadonya tersebut. Badai salju semakin besar dan menutup permukaan jalan hingga mobil mereka terjebak ditengah jalan. Rumah mereka masih cukup jauh.Mikio memandang Natsune, putrinya yang baru berusia Sembilan tahun.“Sayang, mobil kita tidak bisa melewati salju ini. Ayah akan menggendongmu dan kita pulang berjalan kaki kerumah” kata Mikio. “Ayah, aku takut. Udaranya dingin sekali” jawab Natsune dengan posisi kaku sebab penghangat dimobil itu seolah-olah tidak berfungsi.
 Terpaan angin dingin semakin kencang hingga mencapai 109 Km per jam membuat udara berada di angka minus enam derajat celcius.“Percayalah pada Ayah, kita akan selamat karena Ayah akan menjaga dan melindungimu, Nak” Kata Mikio untuk meyakinkan Natsune. Mikio berjalan melawan badai itu sambil menggendong Natsune. Udara dingin semakin mencekam dan Natsune sudah menggigil kedinginan.Mikio segera membuka jaketnya dan menutupi badan anaknya itu. Perlahan-lahan mereka berjalan melewati bangunan kota itu.Namun, baru 300 meter dari mobilnya, kaki Mikio sudah tidak bisa bergerak, terpaan angin membuat badannya jadi kaku.Ia segera menyandarkan badan Natsune ketembok dan melindunginya dengan tubuhnya sendiri.Mikio mencoba untuk tetap membuka matanya dan tersenyum pada putrinya, untuk memastikan putrinya aman.Tetapi, lama-kelamaan dia tidak sanggup membuka matanya lagi, dan akhrirnya meninggal.Esok harinya saat Mikio ditemukan oleh tim penyelamat, tubuhnya sudah tidak bernyawa.Kue, kado dan pesta yang disiapkan oleh sang Ayah tidak berarti lagi. Natsune menangis memeluk jenazah Mikio.“inikah kado yang Ayah siapkan dengan mengorbankan nyawa untukku?” jerit Natsune saat menyadari bahwa Ayahnya telah tiada.Kado yang disiapkan oleh sang Ayah bukan lagi berupa boneka panda kesukaannya.Namun, perngorbanan nyawa untuk menyelamatkan anaknya dari bencana yang mengancam nyawa mereka.Itu adalah kado terbesar dari sang Ayah bagi Natsune. Kado yang terindah dan termahal.Jika demikian besar kasih Mikio pada putrinya, maka kasih Tuhan lebih besar lagi.Kasih Tuhan yang telah berkorban bagi kita untuk menunjukkan betapa Ia sangat mengasihi kita, anak-anakNYA :').
Kini, Tuhan hanya ingin kita selalu mengucap syukur untuk segala kebaikan-Nya dengan mengasihi Tuhan.Ia tidak menginginkan perngorbanan nyawa tetapi hati kita yang selalu merindukan kehadiranNYA. Itulah yang diharapkan Tuhan.

-TAMAT-