Minggu, 22 Februari 2015

Better to Be The Best

Tanah yang baik > Tanah yang baik di Palestina adalah tanah yang gembur. tanah yang sudah disiapkan ( dibersihkan dari batu-batu dan semak duri ) untuk ditabur benih sehingga menjadi tanah yang dalam.
Tanah hati yang baik menggambarkan :
~ Sadar, statusnya sebagai murid (Yesaya 50:4) sehingga menyiapkan hati untuk mendengar (sungguh-sungguh > Lukas 8:18 dasar untuk mengerti sehingga bisa berbuah ) suara Guru kita.
~Siap, artinya tidak ada yang menghalangi (mood, konsentrasi)
~ Tunduk, artinya mendengar dan menerima Firman bukan sekedar dengan otak tetapi dengan roh. Firman Tuhan mendapat kebebasan bercerita dalam hidup kita (Mazmur 119:11)

Menghasilkan buah 30 dan 60 kali lipat itu sudah bagus dan baik di pemandangan Tuhan. Tetapi masih ada level "the best" yang dihasilkan Tuhan untuk kita capai, yaitu berbuah 100 kali lipat (sempurna). Jika yang berbuah 30 dan 60 itu sudah bagus, mengapa kita harus mencapai yang 100?
~Firman Tuhan yang meminta kita untuk menjadi sempurna seperti Bapa kita yang sempurna (Matius 5:48). Matius 5> Tuhan datang dengan hukum. satu hukum yang lebih tinggi dari hukum Taurat. Tuhan melihat / menilai yang lebih dalam., mau menentukan yang sempurna dan dimulai dari dalam hati kita, bukan sekedar perbuatan baik / penampilan luar.
~ Untuk melawan "average spirit" Banyak orang Kristen sekarang sudah merasa cukup banyak berbuat sesuatu untuk Tuhan dan berhenti di titik 30 dan 60. Untuk orang yang punya average spirit Tuhan tanya :" apakah upahmu (reward) apakah lebihmu (extraordinaly)?

Kunci untuk berubah : Mendengar dan mengerti
Mendengar (fokus) dan mengerti (dengan sungguh-sungguh). Bagi mereka yang memenuhi 3 point diatas merekalah yang punya yang punya kesempatan besar untuk mengerti Firman dan menghasilkan buah 30, 60 dan 100 kali lipat.
Bagian kita adalah :
~ Menyiapkan tanah hati yang baik, Roh Kudus yang akan memberi pengertian (Kolose 1:9 , 2Timotius 2:7)
~ Berusaha melakukan Firman dalam ketekunan (Lukas 8:15)

Untuk menjadi the best adalah proses seumur hidup sampai kita bertemu dengan Tuan kita (Matius 25:14-30). Tidak seorangpun bisa tahu dengan pasti sekarang sudah menghasilkan berapa banyak buah dari benih yang ditaburkan, nanti waktu kita berjumpa dengan Tuan kita barulah pekerjaan kita diuji dan dihitung. Bagian pentingnya adalah karena kita tidak tahu maka kita harus berusaha dengan maksimal untuk menghasilkan buah sampai sempurna, tetapi sedikitnya alat bantu yang Tuhan sediakan untuk menilai sudah sampai di level mana kita berada, antara lain:
1. Hati yang semakin murni, tidak menyimpang ke kanan kiri dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan sesama (Kisah 24:16)
2. Jalan hidup makin terang (Amsal 4:18)
3. Kekudusan (1Petrus 1:16 , 2Korintus 7:1)
4. Perkataan (1 Petrus 3:10)
5. Damai (Kolose 3:15)
6. Kasih (1Yohanes 4)

Usaha yang bisa kita lakukan untuk be the best
a. SST (Sadar Siap Tunduk) untuk mendengar, membaca / merenungkan Firman
b. Tekun, artinya kita mau berusaha terus menerus, bangkit kembali jika gagal dan menyelesaikan tugas kita sampai selesai.
Contoh: Kejadian 26:12 > Ishak menabur, Tuhan berkenan, ia mendapat hasil 100 kali lipat.
c. Pakai tiap kesempatan untuk mengembangkan kapasitas rohani. Jangan ragu untuk membayar harga demi sebuah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk kita. Penyerahan anda adalah kesempatan bagi Tuhan untuk pelipatgandaan (Yohanes 6)
d. Lakukan semua dengan Kasih (Kolose 3:14)

Karena Bapa begitu mengasihi kita sehingga Bapa memberika yang sempurna bagi kita, karena itu mari kita juga berbuat sesuatu yang lebih dari biasanya. Mintalah kasih Tuhan memulihkan hidup kita dan dengan kasih itu ada dorongan di hati kita untuk menjadi yang terbaik.

by: Ce Lina Meliawati

Jumat, 13 Februari 2015

Happy Valentine's Day

14 februari . . . .
Tanggal 14 Februari dirayakan sebagai hari raya Valentine di Amerika Serikat. Anak-anak membuat poster bergambar hati untuk ayah dan ibu. Para tetangga saling mengantar kue dan cokelat berbentuk hati. Disekolah dan di tempat kerja orang saling membagi gula-gula atau cokelat berbentuk hati. Kantor pos sibuk dengan banyaknya kartu bergambar hati, karena tiap orang mengirim kartu Valentine kepada pacarnya. Orang saling mengucapkan, "Happy Valentine's Day! You are my Valentine!"
Yang mencolok pada perayaan ini adalah gambar hati dan kudapan manis, entah kue, gula-gula atau cokelat yang biasanya berbentuk hati. Hati dan kudapan manis menjadi lambang hari Valentine sebagai hari kasih sayang. Dan memang hari itu orang-orang tampak tersenyum lebih manis dan lebih ramah.
Apa asal-usul hari Valentine? Menurut tradisi yang dapat dipercaya Valentine lahir pada tanggal 14 Februari 270. Ia menjadi uskup di Terni (Itali) yang menyayangi dan disayangi banyak orang. Khotbah-khotbahnya sering berpokok tentang kasih sayang Tuhan Yesus kepada semua orang tanpa membedakan kedudukan atau asal-usulnya. Semua orang ingin mendapat kasih sayang dan semua orang bisa memberi kasih sayang. Ketika Kaisar Claudius menghambat umat Kristen, Pastor Valentine ditangkap. Namun dari dalam penjara  di mana ia dianiaya, Valentine mengingat semua orang yang dicintainya. Dalam sel penjara tiap hari ia membuat kartu bergambar hati dengan ucapan "aku cinta padamu". Kartu-kartu itu dikirim satu per satu kepada tiap orang yang dicintainya.
Semua orang yang ada di penjara itu juga ikut mersakan kasih sayang Valentine. Mereka menempelkan kartu bertanda hati di sel mereka masing-masing. Setelah Valentine dihukum mati, orang-orang dipenjara itu melanjutkan kebiasaan membuat dan mengirim kartu bergambar hati. Kemudian hari gereja menyatakan Valentine sebagai seorang santo. Begitulah sekarang tanggal 14 Februari dirayakan sebagai hari Santo Valentine.
Valentine menyelami lubuk hati tiap orang. Tanpa kecuali tiap orang mempunyai kebutuhan untuk dicintai dan sebenarnya tiap orang pun mempunyai kebutuhan untuk mencintai. Kehadiran orang-orang yang dapat kita cintai dan dapat mencintai kita terasa menjadikan hidup ini lebih indah dan bermakna.
Memang itulah indahnya hidup. Kita bisa menunjukan kasih sayang pada orang lain. Serempak kita pun menimbulkan kasih sayang pada orang lain sehingga orang lain pun bisa menyayangi kita. Itulah yang dicatat Alkitab tentang Ester. Di situ tertulis, "Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia" (Est 2:15-6). Artinya, semua orang yang bergaul dengan Ester mencintai dia. Mengapa Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada mereka? Karena Ester menunjukan kasih sayangnya kepada mereka.
Sebagaimana ayunan langkah kedua kaki bisa terjadi karena salah satu kaki memulainya, demikaian juga dengan kasih sayang dan cinta. Kita tidak bisa mengharapkan orang mencintai kita kalau kita sendiri tidak menunjukan cinta kepanya. Sebaliknya, kalau cemberut, orang pun akan cemberut kepada kita. Cuaca hidup dari hari ke hari ditentukan oleh kita sendiri. Kalau kita bermuka masam, dunia pun akan bermuka masam kepada kita. Kalau kamu tersenyum, dunia pun akan balik tersenyum manis kepada kita.
Kasih sayang memang berputar secara timbal balik. Ketika kita menunjukan kasih sayang kepada orang lain, kita menjadi pemberi dan orang lain menjadi penerima. Sebagai dampaknya, pada orang lain timbul kasih sayang terhadap kita. Pada saat itu, orang lain menjadi pemberi, kita menjadi penerima. Jadi kalau kita menunjukan kasih sayang, maka kita melakukan dua hal sekaligus: menolong orang lain dengan memberi cinta dan menolong orang itu dengan menciptakan kesempatan pada orang itu untuk mencintai. Dalam hal kasih sayang, tiap orang adalah pemberi dan penerima. Hidup adalah putaran memberi dan menerima kasih sayang. Tetapi putaran itu hanya akan terjadi jika ada pihak yang memulainya. Kitalah yang dapat memulainya dengan menimbulkan kasih sayang pada orang-orang yang memang membutuhkan kasih sayang.
Kebutuhan untuk dicintai dan mencintai terpenuhi bukan dengan cara mencari-cari cinta atau merengek-rengek minta dicintai, melainkan dengan memberi cinta kepada orang yang membutuhkan cinta kita.
Pada hari ketika Valentine akan dihukum mati, ia masih memberi cinta. Dalam kesakitan akibat penganiayaan, ia masih mendoakan orang-orang yang memerlukan doanya. Lalu ia masih membuat kartu untuk mereka dengan gambar hati dan tulisan "Aku cinta padamu."
Ada banyak yang membutuhkan "gambar hati" dari kita. Tidak perlu menunggu tanggal 14 Februari, sebab tiap hari pun bisa menjadi manis seperti hari Valentine.

By: Andar Ismail
. . .