![]() |
| 14 februari . . . . |
Yang mencolok pada perayaan ini adalah gambar hati dan kudapan manis, entah kue, gula-gula atau cokelat yang biasanya berbentuk hati. Hati dan kudapan manis menjadi lambang hari Valentine sebagai hari kasih sayang. Dan memang hari itu orang-orang tampak tersenyum lebih manis dan lebih ramah.
Apa asal-usul hari Valentine? Menurut tradisi yang dapat dipercaya Valentine lahir pada tanggal 14 Februari 270. Ia menjadi uskup di Terni (Itali) yang menyayangi dan disayangi banyak orang. Khotbah-khotbahnya sering berpokok tentang kasih sayang Tuhan Yesus kepada semua orang tanpa membedakan kedudukan atau asal-usulnya. Semua orang ingin mendapat kasih sayang dan semua orang bisa memberi kasih sayang. Ketika Kaisar Claudius menghambat umat Kristen, Pastor Valentine ditangkap. Namun dari dalam penjara di mana ia dianiaya, Valentine mengingat semua orang yang dicintainya. Dalam sel penjara tiap hari ia membuat kartu bergambar hati dengan ucapan "aku cinta padamu". Kartu-kartu itu dikirim satu per satu kepada tiap orang yang dicintainya.
Semua orang yang ada di penjara itu juga ikut mersakan kasih sayang Valentine. Mereka menempelkan kartu bertanda hati di sel mereka masing-masing. Setelah Valentine dihukum mati, orang-orang dipenjara itu melanjutkan kebiasaan membuat dan mengirim kartu bergambar hati. Kemudian hari gereja menyatakan Valentine sebagai seorang santo. Begitulah sekarang tanggal 14 Februari dirayakan sebagai hari Santo Valentine.
Valentine menyelami lubuk hati tiap orang. Tanpa kecuali tiap orang mempunyai kebutuhan untuk dicintai dan sebenarnya tiap orang pun mempunyai kebutuhan untuk mencintai. Kehadiran orang-orang yang dapat kita cintai dan dapat mencintai kita terasa menjadikan hidup ini lebih indah dan bermakna.
Memang itulah indahnya hidup. Kita bisa menunjukan kasih sayang pada orang lain. Serempak kita pun menimbulkan kasih sayang pada orang lain sehingga orang lain pun bisa menyayangi kita. Itulah yang dicatat Alkitab tentang Ester. Di situ tertulis, "Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia" (Est 2:15-6). Artinya, semua orang yang bergaul dengan Ester mencintai dia. Mengapa Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada mereka? Karena Ester menunjukan kasih sayangnya kepada mereka.
Sebagaimana ayunan langkah kedua kaki bisa terjadi karena salah satu kaki memulainya, demikaian juga dengan kasih sayang dan cinta. Kita tidak bisa mengharapkan orang mencintai kita kalau kita sendiri tidak menunjukan cinta kepanya. Sebaliknya, kalau cemberut, orang pun akan cemberut kepada kita. Cuaca hidup dari hari ke hari ditentukan oleh kita sendiri. Kalau kita bermuka masam, dunia pun akan bermuka masam kepada kita. Kalau kamu tersenyum, dunia pun akan balik tersenyum manis kepada kita.
Kasih sayang memang berputar secara timbal balik. Ketika kita menunjukan kasih sayang kepada orang lain, kita menjadi pemberi dan orang lain menjadi penerima. Sebagai dampaknya, pada orang lain timbul kasih sayang terhadap kita. Pada saat itu, orang lain menjadi pemberi, kita menjadi penerima. Jadi kalau kita menunjukan kasih sayang, maka kita melakukan dua hal sekaligus: menolong orang lain dengan memberi cinta dan menolong orang itu dengan menciptakan kesempatan pada orang itu untuk mencintai. Dalam hal kasih sayang, tiap orang adalah pemberi dan penerima. Hidup adalah putaran memberi dan menerima kasih sayang. Tetapi putaran itu hanya akan terjadi jika ada pihak yang memulainya. Kitalah yang dapat memulainya dengan menimbulkan kasih sayang pada orang-orang yang memang membutuhkan kasih sayang.
Kebutuhan untuk dicintai dan mencintai terpenuhi bukan dengan cara mencari-cari cinta atau merengek-rengek minta dicintai, melainkan dengan memberi cinta kepada orang yang membutuhkan cinta kita.
Pada hari ketika Valentine akan dihukum mati, ia masih memberi cinta. Dalam kesakitan akibat penganiayaan, ia masih mendoakan orang-orang yang memerlukan doanya. Lalu ia masih membuat kartu untuk mereka dengan gambar hati dan tulisan "Aku cinta padamu."
Ada banyak yang membutuhkan "gambar hati" dari kita. Tidak perlu menunggu tanggal 14 Februari, sebab tiap hari pun bisa menjadi manis seperti hari Valentine.
By: Andar Ismail
. . .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar